Manuaba Waterfall

Manuaba Waterfall: Alternatif Wisata Alam Tenang Dekat Ubud

visionbyjtManuaba-Waterfall

Kalau kamu mencari tempat pelarian dari hiruk-pikuk pariwisata mainstream Bali, Manuaba Waterfall adalah jawabannya. Tersembunyi di pelukan alam Tegallalang, Gianyar, suara gemericik airnya berpadu sempurna dengan nyanyian burung dan hembusan angin di sela pepohonan tinggi. Atmosfernya bukan sekadar indah, tapi menyentuh sisi terdalam jiwa—sunyi, tenang, dan penuh ketenangan.

Dari pengalaman pengguna Instagram @wanderwithsanti, ia menyebut, “Tempat ini kayak terapi alam. Langkah demi langkah menuju air terjun seolah menghapus beban pikiran.” Kata-kata ini mewakili sensasi yang bisa kamu rasakan langsung—suasana alami yang membuat waktu serasa berhenti. Dengan akses yang belum ramai dan vegetasi tropis yang lebat, lokasi ini sangat cocok buat kamu yang mencari “air terjun Bali untuk healing” atau “air terjun tersembunyi dekat Ubud” tanpa hiruk-pikuk keramaian.

Deskripsi

Jenis Wisata: Alam, Petualangan Ringan, Relaksasi
Tipe Wisatawan: Solo traveler, pasangan, keluarga kecil
Area: Desa Manuaba, Tegallalang, Gianyar, Bali

Lokasi

Desa Manuaba, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Cara Menuju Manuaba Waterfall

Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, arahkan kendaraan menuju Ubud (sekitar 1.5 jam via Jl. By Pass Ngurah Rai). Dari Ubud, lanjutkan ke arah utara menuju Tegallalang, sekitar 30 menit. Gunakan Google Maps dengan kata kunci “Manuaba Waterfall” untuk navigasi tepat. Jalan menuju lokasi sempit, jadi kendaraan kecil atau motor lebih disarankan.

Foto wisata di Manuaba Waterfall - Gambar ke-2
Sumber: @kristynabalounova

Jam Buka

07.00–18.00 WITA

Harga Tiket Masuk

Rp20.000

Daya Tarik Utama

Air terjun bertingkat dengan kolam alami
Dikelilingi hutan tropis dan ladang warga
Spot foto instagramable dengan vibe alami
Atmosfer tenang untuk meditasi atau sekadar duduk santai

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Trekking ringan menyusuri alam desa
Berenang di kolam alami air terjun
Foto-foto dengan latar pepohonan dan batuan eksotis
Duduk santai atau meditasi di pinggir air

Fasilitas

Area parkir terbatas
Warung kecil warga sekitar
Jalan setapak & tangga menuju lokasi
Tidak tersedia loker atau toilet umum (siapkan diri ya!)

Waktu Terbaik Berkunjung ke Manuaba Waterfall

Pagi hari antara pukul 08.00–10.00, saat cahaya matahari menembus pepohonan dan suasana masih sejuk. Hindari musim hujan agar jalur tidak licin.

Tips Berkunjung

Pakai sandal gunung atau sepatu nyaman
Bawa air minum sendiri
Jangan lupa sunblock dan anti-nyamuk
Hormati area sekitar—jaga kebersihan dan jangan berisik
Waspadai jalan licin saat musim hujan

Wisata Terdekat


Lihat Rute Wisata Terdekat

Tegalalang Rice Terrace – 20 menit berkendara
Lanskap sawah bertingkat yang ikonik dan spot foto favorit wisatawan dunia.

Gunung Kawi Sebatu Temple – 25 menit
Pura unik di tebing batu dengan kolam jernih dan suasana sakral.

Tirta Empul – 30 menit
Tempat penyucian diri terkenal dengan pancuran air suci dan ritual Bali.

Itinerary

07.00 – Berangkat dari Ubud

  • Sewa motor atau mobil pribadi (jika tanpa sopir, pastikan Google Maps aktif)

  • Bawa bekal kecil, air minum, dan pakaian ganti jika ingin main air

07.45 – Tiba di Desa Manuaba

  • Parkir kendaraan di area warga (berbayar, biasanya Rp5.000)

  • Siapkan stamina untuk jalan kaki menurun ±10-15 menit ke lokasi air terjun

08.00 – Menikmati Air Terjun Manuaba

  • Trekking ringan menyusuri jalur setapak alami

  • Nikmati suasana sepi, suara air, dan udara segar

  • Waktu terbaik untuk foto karena cahaya matahari masih lembut

  • Boleh berendam di kolam alami, tapi tetap hati-hati karena bebatuan licin

09.30 – Santai & Ngopi di Warung Lokal

  • Kembali ke atas, istirahat sambil beli minuman atau camilan di warung warga

  • Sambil ngobrol, kamu bisa dapat info soal spot lokal lainnya dari penduduk

10.30 – Kunjungi Tegalalang Rice Terrace (±20 menit dari Manuaba)

  • Parkir di pinggir jalan, lalu jalan kaki ke titik pandang utama

  • Bisa coba Bali swing atau sekadar nikmati pemandangan terasering

  • Banyak pilihan kafe instagramable seperti Tis Cafe atau Alon-Alon Terrace

12.00 – Makan Siang di Sawah

  • Rekomendasi: Terrace River Pool Swing Resto (view sawah dan harga bersahabat)

  • Menu lokal seperti nasi campur, ayam betutu, atau mie goreng khas Bali

13.30 – Lanjut ke Tirta Empul (±25–30 menit)

  • Lokasi pura air suci, terkenal dengan ritual penyucian diri

  • Jika tertarik ikut, siapkan pakaian sopan & kain sarung (biasanya tersedia di pintu masuk)

  • Harga tiket masuk ±Rp50.000 (wisatawan lokal bisa lebih murah)

15.00 – Coffee Break di Tempat Tenang

  • Rekomendasi: Alas Harum atau Uma Pakel Agro Tourism (bisa coba kopi luwak)

  • Duduk santai sambil nikmati panorama lembah hijau

16.30 – Kembali ke Ubud / Penginapan

  • Jika masih semangat, bisa mampir ke pasar seni atau spa lokal sebelum pulang

  • Waktu ideal kembali sebelum gelap (sekitar pukul 17.30)

Galeri Foto

Foto wisata di Manuaba Waterfall - Gambar ke-1
Sumber: @visionbyjt
Foto wisata di Manuaba Waterfall - Gambar ke-3
Sumber: @gde__aya

Peta Lokasi

Share the Post:
Query Count: 127 | 0.962Load Time: 0.962s